Harga Cengkih Di Ambon Terus Bergerak Turun PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 19 August 2016 02:23
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/berita/cengkeh.jpg

cengkeh.jpgHarga hasil perkebunan Maluku yakni cengkih sebagai komoditas ekspor andalan daerah ini terus menurun seiring dengan para pengumpul

di Kota Ambon yang kembali mematok harga beli dari para petani sebesar Rp95.000 atau turun dari sebelumnya Rp99.000/kg. Pantauan di lokasi transaksi di kawasan pertokoan Batumerah, Sabtu (13/8), para pengumpul menawarkan harga cengkih Rp95.000/kg.

Sedangkan harga komoditas lain seperti biji pala bundar juga masih bertahan hanya saja bervariasi yakni untuk biji pala yang bundar dan cukup baik dibeli dengan harga Rp65.000/kg, sedangkan yang keriput atau yang kurang menguntungkan dipatok harga Rp60.000/kg, dan fuli Rp125.000/kg.

Sahira (40) seorang pengumpul yang selama ini menempati salah satu toko di kawasan pasar Batumerah mengatakan sekarang ini harga cengkih lagi turun di pasaran jadi kita di Ambon juga ikut turun harga.

"Selama ini hasil pembelian di Ambon kembali dijual di Surabaya sebagai pasar utama ekspor, jadi kalau terjadi perubahan harga maka di Ambon juga akan turun," ujarnya.

Khusus untuk biji pala bundar sudah satu minggu kita tidak membeli, lanjutnya, kemungkinan minggu depan baru beli lagi.

Sedangkan untuk komoditas lain yang harganya masih tinggi yakni coklat yang mutunya sesuai dengan permintaan di patok harga Rp37.000, sedangkan di bawahnya berkisar antara Rp32.000 hingga Rp35.000/kg.

"Jadi kita lihat dulu barangnya sebelum mematok harga kepada penjual, kalau biji coklatnya bagus atau biji pala bundarnya bagus baru dipatok harga," ujarnya.

Perbedaan ini juga yang terjadi di pasar Surabaya, lanjutnya, supaya tidak merugi maka kami di Ambon juga menerapkan harga yang bervariasi.

Juneidi masyarakat dari Pulau Seram yang terlihat kecewa saat ditemui seusai menjual 20 kg biji coklat mengatakan, rasa kecewa itu tetap ada sebab dari Pulau Seram berharap harga coklat masih tetap Rp37.000/kg, ternyata harga yang diterapkan di para pembeli bervariasi.

"Saya punya 20 kg tadi dianggap kurang bagus jadi dipatok harga Rp32.000/kg, padahal kalau Rp35.000/kg juga sudah bagus," ujarnya.

Mudah-mudahan harga coklat ini masih terus bertahan, begitu juga dengan harga cengkih, agar para petani meraup keuntungan dari hasil panen 2016 yang kini terjadi di mana-mana di daerah Maluku, apalagi cengkih di Pulau Ambon banyak desa yang sudah memasuki masa panen.

Sumber : Tribun Maluku

Harga Cengkih Di Ambon Terus Bergerak Turun
 

Artikel Terkait

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday301
mod_vvisit_counterYesterday572
mod_vvisit_counterThis week3087
mod_vvisit_counterThis month16147
mod_vvisit_counterAll832976