BKPM RI mengumumkan realisasi investasi semester I-2016 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 02 August 2016 05:50
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/berita/investasi asing.jpg

investasi%20asing.jpgBadan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi semester I-2016 mencapai Rp 294,8 triliun. Meningkat 12,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi investasi sepanjang enam bulan pertama tahun ini sudah mencapai 50,1 persen dari target tahun ini.

Capaian semester I tahun ini kembali memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi Indonesia selama ini. Trennya selama ini, realisasi investasi selalu meningkat setiap kuartal. Puncaknya tertingginya biasanya terjadi pada kuartal IV.

Berdasarkan tren tersebut, ada kemungkinan pada akhir tahun realisasi investasi masih akan kembali mencetak rekor tertinggi. Melihat capaian ini Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengaku optimistis investasi tahun ini bisa mencapai target sebesar Rp 594,8 triliun.
“Untuk mendongkrak realisasi investasi, BKPM senantiasa melakukan berbagai upaya percepatan pelayanan investasi serta mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty,” kata Tom Lembong saat mengumumkan realisasi investasi kuartal II-2016 di Gedung BKPM, Jakarta, Jumat (29/7).

Menurutnya saat ini BKPM masih terus mematangkan pemberian kemudahan layanan investasi bagi peserta tax amnesty. Dalam skema investasi yang disiapkan, peserta tax amnesty yang ingin menyalurkan dananya melalui penanaman modal akan didampingi oleh tim khusus dari BKPM.

Investor bisa mendapatkan kemudahan pelayanan seperti izin tiga jam, fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau, serta insentif pajak seperti tax allowance atau tax holiday. Meski demikian pelayanan bagi peserta tax amnesty ini hanya terbatas pada investasi infrastruktur, sektor riil prioritas dan investasi lainnya.

BKPM mencatat investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) dalam realisasi investasi semester I  masih menjadi menjadi penyumbang terbesar. Nilainya mencapai Rp 195,5 triliun atau 65,6 persen dari total investasi. Sisanya disumbang dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Meski demikian, pertumbuhan investasi PMDN jauh lebih tinggi dari dari PMA. Realisasi investasi PMDN meningkat 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan peningkatan investasi PMA hanya 12,1 persen. Dengan adanya program tax amnesty, pertumbuhan PMDN akan kembali meningkat.
Tidak hanya dari nilainya, capaian yang baik dari realisasi investasi semester I-2016 juga terlihat dari sebaran investasi yang tidak lagi terpusat di pulau Jawa. Sebaran investasi di luar Jawa meningkat menjadi Rp 69,6 triliun atau setara dengan 45,9 persen dari total investasi. Semester I Tahun lalu investasi di luar Jawa porsinya masih 44,7 persen.

Tom juga merasa yakin dengan kebijakan dan skema investasi yang disiapkan, khususnya untuk menunjang program tax amnesty bisa kembali mendorong peningkatan investasi ke luar Jawa. Sehingga akan tercipta pemerataan, penyerapan tenaga kerja, dan mendorong perekonomian daerah.

BKPM RI mengumumkan realisasi investasi semester I-2016
 

Artikel Terkait

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday511
mod_vvisit_counterYesterday1122
mod_vvisit_counterThis week3077
mod_vvisit_counterThis month17539
mod_vvisit_counterAll810689