Pertanian dan Kehutanan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 17 January 2012 12:08
  1. Sektor Pertanian

    • Perkebunan
      Perkebunan di Maluku umumnya adalah perkebunan rakyat, disamping perkebunan besar milik negara maupun swasta. Komoditas utama dari perkebunan rakyat adalah kelapa, cengkeh, pala, dan kako.Potensi lahan untuk pemanfaatan perkebunan di Maluku adalah seluas 1.295.002,46 hektar. Hingga tahun 2009 luas areal potensi lahan perkebunan yang telah dimanfaatkan adalah 190.669 hektar atau baru mencapai 14,72% untuk berbagai usaha tanaman perkebunan yaitu Kelapa, Cengkeh, Pala, Kakao, Kopi, dan Jambu Mete. Produk akhir usaha perkebunan di Maluku sebagian besar masih terbatas pada bentuk produk primer, sehingga sangat
    • Tanaman Pangan
      Potensi lahan yang tersedia di Provinsi Maluku terutama di pulau-pulau besar sangat potensial untuk pengembangan usaha tanaman pangan. Pada tahun 2009 luas lahan produksi tanaman pangan diperkirakan mencapai 49.872 Ha dengan produksi mencapai 251.373 ton.

      Salah satu komoditas pangan utama di Provinsi Maluku adalah padi. Daerah kabupaten yang memiliki lahan potensial untuk pengembangan komoditas padi di Provinsi Maluku adalah      Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Selain padi terdapat juga tanaman palawija yang potensial untuk dikembangkan di Provinsi Maluku seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau, yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.

    • Peternakan
      Komoditi ternak yang dikembangkan di Provinsi Maluku yaitu Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing, Domba, Babi, serta jenis unggas yaitu Ayam Pedaging, Ayam Petelor, Itik, dan Ayam Buras.
      Populasi ternak Sapi pada tahun 2009 adalah 79.162 ekor, dan produksi daging sebesar 1.338 Ton. Hingga saat ini untuk memenuhi kebutuhan daging terutama Sapi dan Ayam, serta telur masih didatangkan dari luar Provinsi Maluku. Hal tersebut merupakan peluang bagi para investor untuk mengembangkan usahanya pada bidang peternakan di Provinsi Maluku.

  2. Sektor Kehutanan
    Luas kawasan hutan di Provinsi Maluku berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.415/KPTS-II/1999 tanggal 15 Juni 1999 tentang Penunjukkan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Maluku yaitu seluas 4.663.346 Ha dari total luas daratan 5.418.500 Ha, yang terdiri dari Hutan Konservasi 475.433 Ha, Hutan Lindung 779.618 Ha, Hutan Produksi Terbatas 865.947 Ha, Hutan Produksi 908.702 Ha, dan Hutan Produksi Konversi 1.633.646 Ha. Serta penggunaan lain seluas 755.154 Ha.

    Produksi yang dihasilkan adalah kayu bulat, dimana pada Tahun 2009 jumlah produksi sebanyak 256.966,97 M3 atau 62,62% dari jatah produksi kayu bulat di Provinsi Maluku yaitu 410.375,70 M3. Produksi kayu yang banyak dihasilkan di Provinsi Maluku antara lain jenis meranti (Shorea sp), kayu besi (Intsia palembancia), nyatoa (Plaqium sp), Linggua (Pterocarpus indicus), Pulaka (Octomeles sumatrana), Samama (Antrocephalus macrophylus), dan banyak jenis rimba campuran lain. Selain kayu, di Provinsi Maluku terdapat juga hasil hutan non kayu seperti damar, rotan, bambu, dan minyak kayu putih.

Pertanian dan Kehutanan
Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 03:42
 

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday88
mod_vvisit_counterYesterday813
mod_vvisit_counterThis week3008
mod_vvisit_counterThis month22996
mod_vvisit_counterAll816146