Sumberdaya Dominan Kondisi Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 01 March 2012 17:55

Secara geografis, provinsi Maluku berbatasan dengan provinsi Maluku Utara di bagian utara, di bagian timur dengan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah serta dengan Negara Timur Leste dan Australia di bagian selatan. Provinsi Maluku terletak antara 2”30’ – 8”30’ Lintang Selatan dan 124o - 135o30’ Bujur Timur. Provinsi Maluku adalah provinsi kepulauan dengan luas wilayah 712.479,65 km2 yang terdiri dari 93.5 % luas perairan (666.139,85 km2) dan 6.5 % luas daratan (46.339,8 km2). Total jumlah pulau yang teridentifikasi di Maluku m encapai 1.340 buah pulau. Pulau-pulau besar hanya 4 (empat) yaitu P. Seram (18.625 km2), P. Buru (9.000 km2), P. Yamdena (5.085 km2) dan P. Wetar (3.624 km2). Sedangkan panjang garis pantai di provinsi Maluku mencapai 10.630,1 km.


Sumberdaya Dominan

Sumberdaya dominan yang dimaksud dalam kajian ini meliputi     jenis-jenis sumberdaya perikanan utama dari aspek volume produksi dan nilai produksi.

Tabel 1.1. Sumberdaya Perikanan Dominan Berdasarkan Volume Produksi (ton)

No

Sumberdaya Perikanan Dominan

Volume

Keterangan

A.

Ikan

1. Layang

2. Tembang

3. Cakalang

4. Kembung

19.098,6

11.387,3

11.777,8

11.487,7

Volume diatas 10.000 ton

B.

Udang-Udangan

1. Udang Putih

2. Udang Windu

262,5

328,2

Volueme diatas 250 ton

C.

Binatang Berkulit Keras

1. Kepiting

2. Rajungan

238,4

207,0

Volueme diatas 200 ton

D.

Binatang Lunak

1. Teripang

2. Cumi

3. Gurita

667,8

1.538,0

1.318,7

Volueme diatas 500 ton

E.

Rumput Laut

36.281

Volume diatas 30.000 Ton

Sedangkan berdasarkan nilai produksi dapat dilihat lebih jelas pada table dibawah ini :

Tabel 1.2. Sumberdaya Dominan Berdasarkan Nilai Produksi (Rp. 000)

NO SUMBERDAYA DOMINAN NILAI

 

KETERANGAN

A. IKAN
1. Manyung

2. Ekor Kuning                              

3. Selar

4. Layang

5. Tetengkek

6. Bawal Hitam

7. Bawal Putih

8. Kakap Putih

9. Tembang

10. Lencam

11. Kakap Merah

12. Kurisi

13. Tongkol/Komo

14. Cakalang

15. Kembung

16. Madidihang

17. Kerapu/Karang

16.825.300


11.813.300


21.745.180


62.343.050


11.137.550


38.572.115


35.314.700


50.493.250


12.774.900


28.850.710


76.447.050


21.720.625


19.042.850


35.526.000


45.040.290


12.458.230


10.381.400

Nilai Produksi diatas

Rp. 10 Milyar

B. Udang-Udangan
1 . Udang Putih

2. Udang Windu

3. Udang Barong

2.626.000


11.324.000


3.131.000

Nilai Produksi diatas

Rp. 20 Milyar

C. Binatan Berkulit Keras

1 . Udang Putih

2. Udang Windu

3. Udang Barong

1.499.500


797.795


Nilai Produksi diatas

Rp. 4 Milyar

E. Rumput Laut 253.967.000

Nilai Produksi diatasRp. 200 Milyar

Gambaran tentang potensi sumberdaya dominan juga diekspresikan secara spasial berdasarkan SK. Menteri Perikanan No. 995 Tahun 1999 pada Wilayah Pengembangan Perikanan (WPP) yang meliputi WPP Laut Seram, WPP Laut Banda dan WPP Laut Arafura

Tabel 1.3. Potensi Sumberdaya Ikan dan Jumah Hasil Tangkapan Yang Diperbolehkan  Pada 3 (tiga) WPP di Provinsi Maluku

No

Lokasi

Besar Potensi /JTB (Ton)

Jenis SD Ikan

1.

WPP Laut Banda

104.100 / 83.300

132.000 / 105.600

9.300 / 7.400

400 / 300

100 / 100

2.500 / 2.000

248.400 / 198.700

226.100 / 180.900

1. Pelagis Besar

2. Pelagis Kecil

3. Demersal

4. Udang

5. Cumi

6. Ikan Karang

TOTAL =

7. Ikan Hias

2.

WPP Laut Seram dan Sekitarnya

106.000 / 85.300

378.800 / 303.000

83.800 / 67.000

1.200/ 900

7.100/ 5.700

9.500 / 7.600

587.000 / 469.500

270.400 / 216.300

1. Pelagis Besar

2. Pelagis Kecil

3. Demersal

4. Udang

5. Cumi

6. Ikan Karang

TOTAL =

7. Ikan Hias

3.

WPP Laut Arafura

50.900 / 40.700

468.700 / 375.000

246.800 / 197.400

21.500/ 17.200

3.400/ 2.700

800 / 600

792.100 / 633.600

9.200 / 7.400

1. Pelagis Besar

2. Pelagis Kecil

3. Demersal

4. Udang

5. Cumi

6. Ikan Karang

TOTAL =

7. Ikan Hias

Sampai dengan tahun 2007, produksi yang dihasilkan dari ke-3 WPP tersebut adalah sebesar 506.688,2 ton atau sebesar 31,5 % dari potensi yang disediakan, namun karena ke-3 WPP tersebut juga dikelola oleh beberapa provinsi lain, maka berdasarkan hasil kajian menunjukkan tingkat pemanfaatan telah mencapai 42 %.

Sedangkan untuk potensi budidaya perikanan di provinsi Maluku serta peluang pengembangannya secara jelas dapat dilihat pada table di bawah ini :

Tabel 1.4. Sebaran Potensi Budidaya Perikanan Di Provinsi Maluku

No

Jenis Budidaya

Luas Areal (Ha)

Komoditi

1.

Air Laut

495.300 Ha

Kakap Putih (31.000 Ha), Kerapu (104.000 Ha), Rumput Laut (206.000 Ha), Tiram Mutiara (73.000 Ha), Teripang (28.000 Ha), Lobster (23.000 Ha) dan Kekerangan (29.000 Ha)

2.

Air Payau

191.150 Ha

Udang Windu dan Bandeng

3.

Air Tawar

36.251 Ha

Kolam (7.600 Ha), Sungai (3.750 Ha), Rawa (262,5 Ha), Waduk (27,5 Ha) dan Danau (60 Ha) dengan komoditi berupa Ikan Mas, Nila, Mujair dll.

No

Sumberdaya Perikanan Dominan

Volume

Keterangan

A.

Ikan

1. Layang

2. Tembang

3. Cakalang

4. Kembung

19.098,6

11.387,3

11.777,8

11.487,7

Volume diatas 10.000 ton

B.

Udang-Udangan

1. Udang Putih

2. Udang Windu

262,5

328,2

Volueme diatas 250 ton

C.

Binatang Berkulit Keras

1. Kepiting

2. Rajungan

238,4

207,0

Volueme diatas 200 ton

D.

Binatang Lunak

1. Teripang

2. Cumi

3. Gurita

667,8

1.538,0

1.318,7

Volueme diatas 500 ton

E.

Rumput Laut

36.281

Volume diatas 30.000 Ton

Sumberdaya Dominan Kondisi Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku
Last Updated on Thursday, 01 March 2012 18:26
 

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday243
mod_vvisit_counterYesterday388
mod_vvisit_counterThis week1083
mod_vvisit_counterThis month11624
mod_vvisit_counterAll868561