POTENSI GEOLOGI KABUPATEN BURU PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 01 September 2015 01:29
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/kabupaten/buru/tabel pertambangan/pertambangan1.png
There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/kabupaten/buru/tabel pertambangan/pertambangan2.png
There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/kabupaten/buru/tabel pertambangan/pertambangan3.png
There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/kabupaten/buru/tabel pertambangan/pertambangan4.png
There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/kabupaten/buru/tabel pertambangan/pertambangan5.png

POTENSI GEOLOGI

Berbicara tentang potensi geologi suatu daerah, sebelumnya kita harus melihat pada tatanan geologi regional pada daerah tersebut Secara umum, geomorfologi kabupaten buru terbagi menjadi 3 satuan yaitu satuan pegunungan, satuan perbukitan, satuan pedataran Terlihat pada peta, yang berwarna merah tua itu adalah Satuan pegunungan, satuan perbukitan daerah yang berwarna oranye, kuning sampai hijau muda, dan satuan pedataran yang berwarna hijau tua Secara umum, daerah kabupaten buru tersusun dari batuan metamorf (pada peta berwarna ungu) yang berumur paling tua yaitu perm terdiri atas sekis, filit, batusabak, kuarsit. selanjutnya batuan sedimen yang berumur lebih muda yang terdiri atas batupasir, konglomerat (pada peta berwarna kuning), batugamping dan napal (pada peta berwarna biru) serta aluvium (berwarna kuning muda) Struktur geologi yang berkembang di kabupaten buru berupa lipatan, kekar dan sesar dimana sesar mendatar relatif berarah timur laut – barat daya serta sesar normal berarah barat laut – tenggara dan barat – timur antara lain ditemukan di daerah Danau Rana, Waeapo dan Teluk Bara.


Struktur geologi yang berkembang pada daerah ini serta potensi mineral yang terkandung sangat banyak dipengaruhi oleh tatanan tektonik. Sebagaimana kita ketahui bahwa indonesia merupakan jalur pertemuan tiga lempeng yaitu lempeng eurasia, lempeng hindia australia dan pasifik, sehingga sangat berpotensi baik kandungan mineral maupun potensi bencana dalam hal ini gempa dan tsunami. Potensi geologi yang dimiliki kabupaten buru berupa mineral logam yaitu emas, mineral bukan logam dan batuan serta panas bumi Berdasarkan hasil penyelidikan potensi geologi yang dilaksanakan pada tahun 2013 kemarin, dapat dilihat bahwa kabupaten buru memiliki potensi mineral logam beserta mineral asosiasinya, mineral bukan logam dan batuan sebagaimana terlihat pada peta Untuk potensi emas, telah ada empat lokasi yang selama ini ditambang secara ilegal oleh masyarakat yaitu di daerah Lea Bumi, Gogorea, Derlale/Metar dan Waepotih/Waedanga Untuk potensi panas bumi, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Badan Geologi, terdapat dua lokasi yaitu di daerah wapsalit berupa mata air panas yang termperaturnya mencapai 105⁰C dengan potensi sumber daya sebesar 90 Mwe, serta daerah Waelawa berupa mata air panas bertemperatur antara 67,8⁰C – 69,4⁰C dengan potensi sumber daya sebesar 50 Mwe.


Dengan adanya berbagai potensi tersebut, tentunya membutuhkan pengelolaan yang baik oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat sehingga akan memberikan manfaat bagi kemakmuran kita semua. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambagan mineral dan batubara, dimana Wilayah pertambangan merupakan landasan bagi penetapan kegiatan pertambangan. Pada tanggal 19 desember 2013 melalui keputusan menteri energi dan sumber daya mineral Nomor 4002 K/30/MEM/2013 tentang penetapan wilayah pertambangan kepulauan maluku, maka Wilayah pertambangan kabupaten buru telah ditetapkan oleh pemerintah, dimana di dalamnya terdiri atas wilayah usaha pertambangan, wilayah pertambangan rakyat dan wilayah pencadangan negara WPR di kabupaten buru berada pada dua lokasi yaitu gunung lea bumi seluas 250 hektar yang terdiri atas 10 blok, serta gogorea seluas 100 hektar yang terdiri atas 4 blok WUP yang didalamnya terdiri tas WIUP mineral logam, WIUP mineral bukan logam dan WIUP batuan. Sementara ini pemerintah kabupaten buru masih melakukan berbagai persiapan penetapan WIUP tersebut WPN pada kabupaten buru berada pada daerah batabual yang merupakan kawasan cagar alam.

 

pertambangan1.png

pertambangan2.png

pertambangan3.png

pertambangan4.png

pertambangan5.png

Sumber : Kabupaten Buru

Last Updated on Tuesday, 01 September 2015 01:49
 

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday226
mod_vvisit_counterYesterday669
mod_vvisit_counterThis week3997
mod_vvisit_counterThis month17773
mod_vvisit_counterAll851422