Perkebunan Kabupaten Buru Selatan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 20 April 2012 01:27
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/potensi/buru%20selatan/tabel4.jpg
There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/potensi/buru%20selatan/tabel5.jpg
There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/potensi/buru%20selatan/tabel6.jpg
There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/potensi/buru%20selatan/tabel7.jpg
There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/potensi/buru%20selatan/tabel8.jpg

 

Produksi cengkeh di Kabupaten Buru Selatan mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009, namun peningkatannya rendah. Produksi Cengkeh terbesar terdapat pada Kecamatan Ambalau dengan luas panen sebesar 2.037,30 ha, produksi 1.249,73 ton dan rata-rata produksi sebesar 6,10 kw/ha, diikuti dengan Kecamatan Waisama dengan luas panen sebesar 850,01 ha, produksi 935,24 ton dan rata-rata produksi sebesar 11,0 kw/ha (Buru Selatan Dalam Angka 2010). Sedangkan berdasarkan Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan (2009), produksi Cengkeh terbesar terdapat pada Kecamatan Ambalau dengan luas panen sebesar 1.406,0 ha, produksi 803,4 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.300 kw/ha, diikuti dengan Kecamatan Namrole dengan luas panen sebesar 1.059,7 ha, produksi 1.007,0 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.200 kw/ha. Luas panen, produksi dan rata-rata produksi per hektar Cengkeh di Kabupaten Buru Selatan termuat pada Tabel 3.5.

Luas Panen, Produksi dan Rata-rata Produksi Per Hektar Cengkeh Dirinci Menurut Kecamatan Di Kabupaten Buru Selatan

tabel4.jpg

 

Kelapa

Produksi kelapa di Kabupaten Buru Selatan mengalami penurunan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2008. Produksi kelapa terbesar terdapat pada Kecamatan Waisama dengan luas lahan sebesar 1.502,69 ha, produksi 1.352,43 ton (Buru Selatan Dalam Angka 2008). Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan (2009), produksi kelapa terbesar terdapat pada Kecamatan Kepala madan dengan luas panen sebesar 2.294,0 ha, produksi 3.303,4 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.800,0 kw/ha, dikuti oleh Kecamatan Leksula dengan luas panen sebesar 1.678,5 ha, produksi 1.132,9 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.500,0 kw/ha serta Kecamatan Waisama dengan luas panen sebesar 1.077,0 ha, produksi 958,5 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.300,0 kw/ha. Luas panen, produksi dan rata-rata produksi per hektar Cengkeh di Kabupaten Buru Selatan termuat pada Tabel berikut.

tabel5.jpg

Perkebunan Kakao

Produksi kakao di Kabupaten Buru Selatan mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009, dimana peningkatannya agak tinggi. Produksi kakao terbesar terdapat pada Kecamatan Kepala Madan dengan luas panen sebesar 776,50 ha, produksi 927,86 ton dan rata-rata produksi sebesar 8,20 kw/ha (Buru

Selatan Dalam Angka 2010). Sedangkan berdasarkan Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan (2009), produksi Kakao terbesar terdapat pada Kecamatan Kepala Madan dengan luas panen sebesar 2.217,0 ha, produksi 731,6 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.100,0 kw/ha. Luas panen, produksi dan rata-rata produksi per hektar Kakao di Kabupaten Buru Selatan termuat pada Tabel berikut.

tabel6.jpg

Perkebunan Pala

Produksi pala di Kabupaten Buru Selatan mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009, namun peningkatannya rendah. Sedangkan produksi pala terbesar terdapat pada Kecamatan Waisama dengan luas panen sebesar 338,90 ha, produksi 406,7 ton dan rata-rata produksi sebesar 1.200 kw/ha (Buru Selatan Dalam Angka 2010). Sedangkan berdasarkan Dinas Pertanian

Kabupaten Buru Selatan (2009), produksi Kakao terbesar terdapat pada Kecamatan Waisama dengan luas panen sebesar 712,0 ha, produksi 375,9 ton dan rata-rata produksi sebesar 700,0 kw/ha; dikuti oleh Kecamatan Ambalau dengan luas panen sebesar 405,8 ha, produksi 405,8 ton dan rata-rata produktivitas 850,0 Kw/ha. Luas panen, produksi dan rata-rata produksi per hektar Cengkeh di Kabupaten Buru.

tabel7.jpg

Perkebunan Jambu Mente

Produksi Jambu Mente terbesar terdapat pada Kecamatan Waisama dengan luas panen sebesar 180,65 ha, produksi 189,35 ton dan rata-rata produksi sebesar 10,50 kw/ha (Buru Selatan Dalam Angka 2010). Luas panen, produksi dan rata-rata produksi per hektar Jambu Mente di Kabupaten Buru Selatan termuat pada Tabel 3.10. Tabel 3.10. Luas Tanaman, Produksi dan Rata-rata Produksi Per Hektar Tanaman Jambu Mente Dirinci Menurut Kecamatan Di Kabupaten Buru Selatan

tabel8.jpg

Berdasarkan gambaran profil pekebunan Kabupaten Buru Selatan di atas dapat dikatakan bahwa produksi komoditi perkebunan dari dari 2007 – 2009 mengalami peningkatan yang rendah, bahkan untuk produksi kelapa mengalami penurunan. Sedangkan untuk luas panen dan produksi terbesar untuk masing-masing komoditi perkecamatan adalah : 1) cengkeh di Kecamatan Ambalau; 2) kelapa di Kecamatan Kepala Madan, Leksula, Namrole dan Waisama; 3) kakao di Kecamatan Kepala Madan, Waisama dan Namrole; 4) pala di Kecamatan Waisama dan Leksula; 5) kopi di Kecamatan Leksula; dan 6) jambu mente di Kecamatan Waisama.

Last Updated on Thursday, 26 April 2012 00:38
 

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday429
mod_vvisit_counterThis week2270
mod_vvisit_counterThis month10150
mod_vvisit_counterAll867087