LIPI: Kondisi Teluk Ambon 2016 Dinamis
Written by Administrator   
Thursday, 16 February 2017 03:14

b_100_60_16777215_0___images_stories_berita_teluk_ambon.jpgPeneliti Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD-LIPI) Hanung Mulyadi mengatakan hasil monitoring

Teluk Ambon pada 2016 menunjukan kondisi biota dan perairannya dinamis. "Kondisi biota dan perairan pada tahun 2016 sangat dinamis. Kelimpahan fito dan zooplankton menunjukkan kecenderungan yang menurun dari akhir musim peralihan ke musim timur," katanya di Ambon, Jumat (10/2).

Hanung yang juga Ketua Tim Monitoring Teluk Ambon mengatakan kondisi perairan Teluk Ambon berdasarkan pemantauan kimiawi menunjukkan, bahwa Teluk Ambon bagian dalam dan luar masih dalam kondisi normal, tetapi ada kecenderungan penurunan keasaman, kenaikan konsentrasi hara dan penurunan kadar oksigen terlarut.

Distribusi salinitas permukaan laut (Sea Surface Salinity - SSS) di Teluk Ambon bagian dalam cenderung lebih rendah dibandingkan dengan bagian luarnya.

Sedangkan suhu permukaan laut (Sea Surface Temperatur - SST) di perairan teluk tersebut berubah mengikuti perubahan musim pada tiap bulannya. Distribusi SST cenderung lebih pada Maret 2016 merepresentasikan sedang terjadi musim barat.

"Memasuki April nampak bahwa SST di Teluk Ambon lebih rendah dibandingkan dengan Maret, ini merepresentasikan distribusi SST pada musim peralihan satu," katanya.

Dikatakannya lagi, selama proses pemantauan Teluk Ambon pada 2016, ditemukan adanya konsentrasi logam berat, seperti tembaga (Cu) dan timbal (Pb) di dalam otot Siganus canalitus (ikan samandar), Rastreliger spp. (ikan lema), Selaroides sp. (ikan tola), Carnila sp. (ikan taruri) dan Nemiterus sp. (ikan sidemu).

Dari beberapa jenis ikan tersebut, Carnila sp. ditemukan mengakumulasi kandungan logam berat tembaga dan timbal yang paling tinggi.

Selain itu, ada dua jenis Echinodermata atau bulu babi dengan jumlah keseluruhan 82 individu yang ditemukan di daerah pasang surut.

"Frekuensi kehadiran Echinodermata di perairan Teluk Ambon sebesar 14,28 persen dengan nilai kepadatan sebesar 0,001 ind/m2," katanya.

Untuk jenis mangrove, kata Hanung, sedikitnya ada delapan jenis yang tersebar di tiga lokasi di Kota Ambon, yakni di Desa Tawiri (enam jenis), kecamatan Teluk Ambon, dan di Desa Waiheru (lima jenis) dan Desa Passo (tiga jenis) di Kecamatan Baguala.

Jumlah kerapatan mangrove tertinggi berada di Tawiri. Untuk kategori semai ada pada Rhizophora apiculata sebesar 13.333 ind/Ha dan kategori belta, yakni Aegiceras corniculatum sebesar 667 teg/Ha.

"Untuk kategori pohon, terdapat Sonneratia alba sebanyak 400 ind/Ha," ucapnya.

Sumber : Tribun Maluku

LIPI: Kondisi Teluk Ambon 2016 Dinamis
 

Artikel Terkait

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday501
mod_vvisit_counterYesterday1122
mod_vvisit_counterThis week3067
mod_vvisit_counterThis month17529
mod_vvisit_counterAll810679