Melestarikan Busana Tradisional
Written by Administrator   
Friday, 27 February 2015 01:44
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/berita/budaya.jpg

budaya.jpgKEBERADAAN busana adat Ambon, tidak hanya didominasi oleh busana yang dikenal pada saat menghadiri upacara-upacara saja. Melainkan aktivitas sehari-hari. Keberadaannya sangat penting untuk diungkapkan sebagai gambaran kekhasan busana di masa lalu dan kini dikombinasikan dengan tren busana saat ini.

Misalnya, baju Cele. Sejenis kebaya berlengan pendek, dari bagian leher ke arah dada terbelah sepanjang kurang lebih 12 sentimeter tanpa kancing ini, kini menjadi busana yang sering ditemui terutama dikalanagn para pelajar dan pemerintah.

“Baju cele ini juga sebenarnya bisa dimodivikasikan menjadi busana yang menarik dengan pilihan warna yang sesuai dengan pilihan kita atau tema suatu acara,”ungkap Jean Christy salah satu penyanyi berbakat di Ambon, saat mengisi sebuah acara, Sabtu kemarin.

Menurutnya, dengan mengunakan baju khas Maluku tersebut dapat menjadi bukti bahwa generasi muda harus mampu untuk terus melestarikan budaya Maluku melalui hal-hal kecil seperti ini.

“Mungkin dengan hanya menggunakan baju Cele, kita bisa menjadi pelaku budaya yang mampu untuk menjaga dan melestarikan busana tradisional. Penggunaan busana tradisional merupakan wujud dari kepribadian dalam kebudayaan untuk memperkuat identitas dan karakter Kota Ambon,”tuturnya.

Sementara di tempat terpisah, salah satu pengamat fashion, Paulus Birana menilai, baju cele ini adalah baju yang zaman dulu dikenal hanya digunakan saat upacara-upacara adat. Namun kini, baju Cele menjadi tren tersendiri di kalangan para pelajar.

Apalagi, lanjutnya, dengan adanya pencanangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, untuk setiap guru dan siswa memakai baju Cele, merupakan bentuk satu rasa cinta terhadap budaya dan adat orang Maluku.

“Tren fashion memang kadang memberi dampak yang negatif dan positif. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan aturan dari Pemkot Ambon itu, merupakan satu upaya untuk bagaimana kita bisa terus menjaga, memahami dan menguasai sejarah dan budaya dari daerah kita sendiri.

Terutama bagi generasi muda untuk tetap menjaga budaya lokal lewat pengunaan busana tradisional ini,”ungkapnya.

Melestarikan Busana Tradisional
 

Artikel Terkait

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday98
mod_vvisit_counterYesterday480
mod_vvisit_counterThis week2663
mod_vvisit_counterThis month8120
mod_vvisit_counterAll877652