Pulau Lucipara
Written by Administrator   
Monday, 07 April 2014 00:47
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/berita/pulau lucipara.jpg

pulau%20lucipara.jpgLUCIPARA adalah kawasan yang terdiri atas tujuh pulau kecil. Karena itu, warga Ambon sering menyebutnya Pulau Tujuh. Empat pulau berdekatan, dua di antaranya sudah diberi nama oleh para nelayan. Yakni, Laponda dan Maisel.

Tiga pulau lain berjarak kurang lebih 20 kilometer dari empat pulau tadi. Para nelayan menyebutnya Pulau Penyu. Konon, pulau-pulau itu menjadi sarang penyu hijau sampai sekarang.

Kawasan tersebut berjarak sekitar 200 kilometer arah selatan dari Pelabuhan Ambon, berada di tengah hamparan Laut Banda yang luas membentang bak tak bertepi. Di peta Provinsi Maluku, Lucipara berada di antara Pulau Ambon dan Kepulauan Banda.

Dengan kapal berukuran 300 GT dan kecepatan 20 knots, Lucipara bisa dicapai dalam 4-5 jam dari Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon. Jika cuaca bersahabat, Lucipara bisa dicapai dalam 6-8 jam dengan motor tempel milik nelayan.

Sejauh ini belum ada patokan tarif kapal cepat atau motor tempel ke Lucipara. Maklum, jalur pelayaran resmi ke Lucipara memang belum ada. Selama ini orang hanya menyewa kapal atau motor tempel untuk mengunjungi tempat eksotis tersebut. Agak mahal, memang, bisa jutaan rupiah. Namun, banyak yang menilai biayanya seimbang dengan pengalaman tak terlupakan yang didapat.

Untuk turun ke pulau, dari kapal pelancong harus menggunakan perahu karet. Sebab, tidak ada dermaga di sana. Kapal harus berlabuh beberapa meter dari pulau. Kadang pelancong bisa langsung turun menyelam untuk melihat-lihat karang nan cantik di sana.

Penulis yang berkesempatan mengunjungi Lucipara bersama rombongan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menemukan keindahan yang sulit diungkap dengan kata-kata. ''Sempurna sekali. Seperti lukisan saja," komentar salah seorang wartawan lokal saat melihat keelokan Pulau Laponda, Maisel, dan dua pulau lain di Lucipara.

Dia bahkan menilai, semua pantai kondang di Bali akan tampak suram jika dibandingkan dengan pemandangan yang ditemui saat itu. Empat pulau tersebut berpasir putih, mengilap saat diterpa sinar mentari.

Yang membuat anggota rombongan terpana adalah profil pantainya rata dari tengah pulau, tetapi tiba-tiba menurun membentuk tebing-tebing terjal seperti jurang yang dalam di bibir pantai. Jika menggunakan perahu karet, sekilas terlihat terumbu karang warna-warni pada tebing-tebing yang menurun itu. Cantik, tapi juga menakutkan. Sebab, setelah tebing-tebing tersebut, ada daerah seperti kolam raksasa yang gelap gulita saking dalamnya.

Di atasnya, di pantai pulau tersebut, terbentang rataan karang mati yang luas. Saat air surut, tak terlihat biota selain bia garu atau kima (Tridacna squamosa). Namun, sekali-sekali tampak juga ikan-ikan kecil yang terperangkap di genangan-genangan air.

Setelah melewati rataan karang itu, kita akan menemukan lautan pasir putih luas hingga mencapai tengah pulau. Melihat butiran-butirannya yang kasar, tampak sekali pasir putih itu terbentuk dari pecahan koral yang berlangsung dalam kurun sangat lama. Di tengah pulau, tampak vegetasi pohon yang lebat. Paling banyak cemara laut (Casuarina sp) dan pandan laut, tapi ada pula beberapa tumbuhan pantai lain. Tak kalah menakjubkan, ada barisan pohon kelapa yang tidak tinggi tapi sarat buah.

Hanya beberapa mil dari empat pulau tak berpenghuni itu, terdapat sebuah gosong karang dangkal -warga setempat menyebutnya Sa'aru- seluas berkilo-kilometer persegi. Saat surut terendah, ketinggian air mencapai lutut. Di sana tidak tampak daratan sedikit pun. Tampaknya, tempat tersebut merupakan gunung yang puncaknya tidak berhasil mencapai permukaan laut.

Sangat mungkin, di sanalah kapal Portugis yang dinakhodai Fransisco Serrao kandas saat melewati Kepulauan Lucipara pada abad ke-16, seperti dilaporkan penulis Belanda, Rumphius, dalam buku Ambonsche Landbeschrijving. Kesan angker terasa di sana. Sebab, perairan yang dalamnya tidak lebih dari dua meter saat pasang naik itu dikelilingi laut berkedalaman ratusan meter

Pulau Lucipara
 

Artikel Terkait

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday232
mod_vvisit_counterYesterday669
mod_vvisit_counterThis week4003
mod_vvisit_counterThis month17779
mod_vvisit_counterAll851428