Perkebunan Jagung
Written by Administrator   
Thursday, 04 August 2016 01:07
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image /home/sloki/user/t10019/sites/bkpmd-maluku.com/www/images/stories/berita/jagung.jpg

jagung.jpgHasil Pemetaan Tahun 2012—Komoditi Jagung sedang menjadi salah satu primadona dalam agribisnis di Indonesia.

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan utama selain padi dan kedelai (Rusastra et al, 2004). Jagung termasuk komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia, mengingat komoditas ini mempunyai fungsi multiguna, baik untuk pangan maupun pakan. Jagung digunakan sebagai makanan hewan ternak dan juga digiling menjadi tepung jagung (comstarch) untuk produk-produk makanan, minuman, pelapis kertas, dan farmasi. Di beberapa Negara, jagung dibuat menjadi alkohol sebagai campuran bahan bakar kendaraan untuk mengurangi polusi (Park, 2001). Kondisi ini memberi isyarat kepada investor bahwa jagung mempunyai prospek pemasaran yang lebih baik.

Kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan lahan basah berdasarkan RTRW seluas kurang lebih 39.357 Ha (tiga puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh tujuh hektar) tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Gowa, dan Kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan lahan kering seluas kurang lebih 17.756 Ha (tujuh belas ribu tujuh ratus lima puluh enam hektar) terutama di Kecamatan Bontonompo, Kecamatan Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kecamatan Tombolo Pao, dan Kecamatan Tompobulu.

Benih merupakan masukan dasar yang paling penting dalam pertanian (Paliwal, 2000). Sejak dicanangkannya revitalisasi pertanian di Jatiluhur tahun 2005, upaya peningkatan luas panen jagung hibrida ditingkatkan terus dan pada tahun 2008 areal panen jagung hibrida mendekati 56% dari luasan lahan pananaman jagung didalam negeri yang tercatat seluas 4,25 juta hektare (Bisnis Indonesia, www.pertanian.go.id, diakses 7 Agustus 2008). Bahkan data dari Direktorat Perbenihan (2008) menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2008, data distribusi jagung hibrida telah mencapai 57,4%, komposit 16,75% dan varietas lokal 25,81%. Benih jagung hibrida silang tunggal dibentuk dari persilangan dua inbrida sebagai tetua pembentuknya (jantan dan betina). Pada tahun 2009, hasil biji yang dicapai pada komposisi 1:2 di Kp.Bajeng, Kabupaten Gowa dapat mencapai 1,18 t/ha, dikarenakan komposisi pertanaman tersebut rendemen biji cukup tinggi hingga mencapai 50,52% di Kp.Bajeng, Kabupaten Gowa.

Pada perayaan Hari Pangan Sedunia ke-31 pemerintah Indonesia mengambil tema Menjaga Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional . Jagung kedepan diharapkan menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi konsumsi beras yang semakin meningkat. Indonesia telah mencanangkan program One Day No Rice . Pemanfaatan pangan lokal memang perlu terus ditingkatkan, sebagai salah satu solusi dalam memperkuat upaya ketahanan pangan. Menurut Food Price Watch, harga pangan global tahun 2011 secara signifikan lebih tinggi dibanding tahun 2010. Sejak krisis pangan melanda tahun 2007 hingga sekarang, kenaikan harga komoditas jagung menempati posisi tertinggi hingga 84 persen, disusul gula 62 persen, gandum 55 persen, dan minyak kacang kedelai 47 persen.

Ada banyak penyebab diantaranya stok jagung di pasar dunia semakin menipis, sementara permintaan jagung dunia semakin meningkat. Stok jagung di pasar dunia hanya menyisakan 15 juta ton, padahal biasanya mencapai di atas 70 juta ton. Seperti Cina yang semula tidak mengimpor jagung, tahun ini mengimpor sebesar 1,7 juta ton. Tahun depan, Cina diprediksi bakal mengimpor sebanyak 5 juta ton, Malaysia 2,8 juta ton, Korea 8,9 juta ton, dan Jepang impor 16 juta ton. Padahal, dari produksi jagung dunia sebanyak 612,5 juta ton, Amerika Serikat masih menguasai produksi yang mencapai 256,9 juta ton dan menyusul Cina sebesar 114 juta ton Kedua, karena kenaikan di bursa saham dan harga minyak mentah dunia.

Selain gandum, singkong, dan sagu, sebenarnya jagung memiliki potensi yang sangat besar untuk menggantikan beras. Karena, jagung merupakan sumber karbohidrat sebagaimana beras, dan dapat dijadikan bahan baku untuk aneka ragam produk olahan. Di beberapa daerah di Indonesia, misalnya di Madura dan Nusa Tenggara, telah menggunakan jagung sebagai bahan pangan pokok. Kini, Amerika Serikat juga menjadikan jagung sebagai alternatif sumber pangan. Sebenarnya, Indonesia memiliki potensi yang besar menjadi eksportir jagung global bersama dengan negara-negara produsen jagung lainnya di dunia dalam lima tahun mendatang.

Sumber : BKPM RI

 Perkebunan Jagung
 

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday429
mod_vvisit_counterThis week2270
mod_vvisit_counterThis month10150
mod_vvisit_counterAll867087