Profil Usaha Rumput Laut Provinsi Maluku Tahun 2012
Written by Administrator   
Monday, 30 April 2012 01:14
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/MediaPromosi/cover1.jpg
There was a problem loading image http://bkpmd-maluku.com/images/stories/kabupaten/tabel7.jpg

cover1.jpgProvinsi Maluku dalam Rencana Tata Ruang Wilayah secara umum telah memasukkan ide  memiliki konsep Gugus Pulau dan Laut Pulau. Konsep ini di beberapa gugus pulau, sebenarnya telah dikenal sejak lama oleh masyarakat dengan istilah Lou Hata dan Lou Nusa. Pada konsep ini, laut dipandang sebagai pemersatu gugusan kepulauan dan juga menjadi media integrasi determinan pembangunan secara utuh, baik sosio ekonomi, sosio politik, institusional dan lingkungan, serta hukum.

Kabupaten Seram Bagian Barat adalah salah satu wilayah di Provinsi Maluku yang memiliki potensi perairan yang cukup produktif untuk pengembangan usaha perikanan. Dari seluruh wilayah di Maluku, Seram Bagian Barat merupakan salah satu wilayah dimana usaha budidaya perairan berkembang dengan baik. Komoditas utama yang usahanya berkembang sangat pesat ialah budidaya rumput laut.


Dalam kaitan dengan upaya penyiapan informasi untuk investasi usaha budidaya rumput laut, sangat dibutuhkan suatu profil yang dapat dijadikan panduan dalam melakukan investasi. Penyiapan informasi yang dimaksud yaitu penyediaan data yang spesifik untuk bidang usaha komoditas unggulan rumput laut, pembangunan sarana/prasarana pendukung serta pertimbangan ekonomis yang menarik. Hal ini penting agar calon penanam modal dapat dengan mudah dan dengan lebih tepat mengetahui adanya peluang usaha budidaya rumput laut.

Usaha budidaya rumput laut, saat ini memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Hal ini tergambar peningkatan produksi rumput laut. Kondisi ini, ternyata belum merupakan titik optimal pemanfaatan lahan perairan untuk budidaya rumput laut, karena masih luas lahan perairan yang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Oleh sebab itu, untuk mendukung tindakan promosi bagi peningkatan investasi usaha pada bidang usaha komoditas unggulan rumput laut, maka penyusunan Profil Proyek Usaha Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Seram Bagian Barat ini dilakukan.

 

POTENSI PENGEMBANGAN KOMODITAS RUMPUT LAUT

Rumput Laut

Rumput laut merupakan salah satu jenis komoditas unggulan budidaya perairan dengan nilai ekonomi pasar yang kompetitif baik di pasaran dalam negeri maupun ekspor. Ini antara lain karena di samping berfungsi sebagai makanan juga disebabkan oleh diversifikasi produk rumput laut yang memiliki berbagai kegunaan.

Seiring dengan kemajuan sains dan teknologi, pemanfaatan rumput laut telah meluas diberbagai bidang seperti pertanian sebagai bahan pupuk organik dan pembuatan media tumbuh dalam kultur jaringan (tissue culture); di bidang peternakan, peternak hewan potong kadang-kadang memberi makanan ternaknya dengan rumput laut, sehingga dihasilkan daging yang enak; di bidang kedokteran: digunakan sebagai media kultur bakteri (bacteria culture); di bidang farmasi: digunakan sebagai pembuat suspensi, pengemulsi, tablet, plester dan filter; sedangkan di bidang industri lainnya: dalam proses pengolahan produksi, rumput laut digunakan sebagai bahan aditif seperti pada industri tekstil, kertas, keramik, fotografi, insektisida, pelindung kayu dan pencegahan api.

Berbagai kegunaan ini menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap komoditas ini, dimana terjadi peningkatan permintaan sekitar 15% per tahun. Oleh sebab itu, prospek budidaya rumput laut yang sangat menjanjikan, mendorong minat banyak masyarakat investor untuk berinvestasi dalam usaha budidaya rumput laut. Rumput laut di tingkat lokal (Seram Bagian Barat) biasanya dipasarkan dengan harga yang fluktuatif, dari Rp. 7.000 s/d 9.000 per kg.

Potensi dan Produksi Rumput laut di Kabupaten Seram Bagian Barat

Total potensi lahan budidaya rumput laut mencapai 7690 hektar. Namun besar lahan yang baru termanfaatkan hanya sebesar 12,09% dari potensi lahan yang ada atau sebesar 929,9 hektar. Dengan demikian lahan budidaya yang peluang dimanfaatkan seluas 6760,10 hektar.

Perkembangan pemanfaatan lahan untuk budidaya rumput laut sejak tahun 2004 membuka peluang terjadinya peningkatan produksi. Perkembangan produksi rumput laut di Seram Bagian Barat cukup cepat, tahun 2005 sebanyak 242,9 ton dan meningkat sampai tahun 2008 menjadi 600,5 ton, seperti pada Tabel berikut:


Tabel Volume dan Nilai Produksi Rumput Laut di Kabupaten Seram Bagian Barat 2005-2008

tabel7.jpg


Produksi Rumput Laut Eucheuma Cottonii  di Kabupaten Seram Bagian Barat untuk kebutuhan eksport masih dalam bentuk bahan mentah yaitu berupa rumput laut kering. Untuk produk olahan masih bersifat tradisional untuk konsumsi rumah tangga berupa manisan, es cendol, puding, dan dodol rumput laut. Klik disini untuk dowload buku Analisa Usaha Rumput Laut Provinsi Maluku

Profil Usaha Rumput Laut Provinsi Maluku Tahun 2012
Last Updated on Thursday, 10 January 2013 03:42
 

Link Website

BPMD Facebook

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday86
mod_vvisit_counterYesterday813
mod_vvisit_counterThis week3006
mod_vvisit_counterThis month22994
mod_vvisit_counterAll816144